Summer Story



Cast                    : Super Junior Lee Donghae
                             Super Junior Choi Siwon
                              Choi HyoRin
Inspiration          : Ariel Lim’s MV Summer Story
Point of View     : Choi HyoRin
A/N                   : cerita ini merupakan bentuk lain dari MV Summer Story milik Ariel Lim. Tadi ada sedikit    
                            yang ditambahkan oleh author. Ok, happy reading all~~
Backsound         : Summer Story by Ariel Lim
   

**

-25 September 2010-

“Its gonna be me,, yeongwonhi micho gesseo, its gonna be me~. Ya, kau juga menyanyi.” Kata DongHae sambil menyetir, “Arrasso, em.. sorry sorry sorry sorry, hahahahaha.” Kami tertawa bersama sambil menikmati perjalanan tenang kami. Entah kenapa tiba-tiba Donghae mengajakku keluar, dan entah kenapa pula aku kembali mengingat dia, ya dia.

some kind of happiness is not easy to be forgotten. What some types of happiness begins like this?

“Jadi kita akan kemana” tanyaku padanya, “Kau akan tau nanti,, aku akan mengenalkanmu pada sahabat terbaikku dari Korea.” Aku hanya mengangguk, perasaanku sedikit tidak enak. Kami melewati jalan sepi di Jepang, “HyoRin ah lihat, laut. Nanti kalau sahabatku sudah datang kita main kesana ya, dia sangat menyukai laut Jepang di malam hari, sama sepertimu. Aku yakin kalian bisa jadi teman yang baik,” ucap Donghae, “Ne, aku juga berharap seperti itu, kkk..” jawabku dan menyandarkan kepalaku di pundaknya, Tuhan, kenapa hatiku tidak tenang?

Author PoV
“Ok kita sampai, sebentar aku telpon dia dulu,” ucap Donghae dan segera mengambil ponselnya, “Aish, lamanya…. Ah~~ dimana kau sekarang? Aku sudah ada di tempat biasa.. ah arra, aku akan kesana.” Donghae menutup ponselnya dan melepas sabuk pengamannya, “Tunggulah disini, aku akan menjemput Simba dulu,” pamitnya dan mengecup kilat ujung kepala HyoRin. ‘Simba? Sepertinya aku kenal nama itu,’ batin HyoRin.

“Siwon!!!” teriak Donghae begitu bertemu sahabatnya,, “DongHae ah!!!” balas Siwon dan segera memeluk Donghae, “Bagaimana keadaanmu?” tanya Siwon ceria, “Bagaimana badanmu? Bagaimana keadaanmu? Aku benar-benar merindukanmu!!” balas Donghae tanpa menjawab pertanyaan Siwon, “Ayo kita pergi dulu,” ajak Donghae dan membawakan koper Siwon, “Mana mobilnya, mana mobilanya?” tanya Siwon yang hendak membantu Donghae, “Ada di depan,, kajja!” dan segera Donghae mengajak Siwon ke mobilnya.

Tuk!! Donghae mengetuk pelan kaca mobil tempat Hyorin duduk dan tersenyum, “Tadaaaaa~~~” Siwon mendekat dan seketika itu pula wajah cerianya berubah, “Eh…..” Hyorin yang sudah bersiap untuk menyambut Siwonpun mengalami hal yang sama, sebuah kenangan lama kembali membayangi pikirannya. Choi Siwon, kenangan masa lalu yang masih sangat sulit untuk dilupakan olehnya.
Author PoV end

“Eh~~….” Dia? Diakah? Kulihat Donghae yang tersenyum, iya itu dia. Choi Siwon, dia Choi Siwon. Kulihat sekali lagi namja yang berdiri di depanku, benar itu dia, Choi Siwon yang kukenal. Dia masih tetap sama, masih berwibawa dan memiliki senyum yang lembut. Tapi dapat kulihat keterkejutan dalam matanya ketika melihatku dan Donghae bergantian. “HyoRin, maukah duduk di belakang?” aku mengangguk linglung, “Ne~~” Choi Siwon? Kaukah sahabat Donghae?

-flashback-
“Jadi, kau memang harus pergi oppa? Haruskah setelah selama ini?” tanyaku saat Siwon sedang mengepak pakaiannya. Kulihat paspor, tiket pesawat dan dompetnya, terbesit keinginan untuk segera melemparnya tempat sampah dan membakar semua surat-surat itu, “Oppa~~” desakku lagi, Siwon memandangku dalam namun lembut, “Mianhae Hyorin ah~~, aku benar-benar harus kembali ke Korea.” jawabnya dan kembali mengepak pakaiannya, “Tapi kenapa!!? Kau tidak memberiku jawaban tentang pertanyaan itu, wae oppa wae??” paksaku lagi, “Huff,, mian, aku benar-benar  tidak bisa memberitahumu.”

Siwon menutup kopernya dan memandangku sekali lagi, “Berjanjilah untuk hidup bahagia, walaupun aku sudah tidak disisimu lagi. Jangan pernah menangis karena aku. Arraso?” aku hanya bisa mengangguk, “Gomawo.” Siwon memelukku, pelukan hangat yang mungkin adalah pelukan terakhir darinya untukku. Dia melambaikan tangannya dan memasuki taxi kuning yang sudah menunggunya. “Wonnie,, wonnie,, CHOI SIWON SARANGHAE!!!” teriakku pada buntut taxi yang semakin lama semakin jauh. “Aku tidak akan melupakanmu, my first love.” Ucapku pelan.

Entah sudah beberapa hari, tapi hari-hariku tanpa Choi Siwon memang sangat sepi. Tak ada lagi ucapan selamat pagi, senyuman menenangkan, dan… “Hei!!!!!”
“Ya!!!!!” teriakku dan melemparkan sepiring chesse cake yang menjadi sarapanku, “Aigooo~~~ kenapa kau ini?” tanya seorang namja di depanku, “Kau yang kenapa!!! Mengangetkanku!!!” bentakku. “Hahaha, mianhamnida, aku orang baru disini. Aku ingin menyewa kamar no 153, kata salah seorang resepsionis aku harus menemuimu.” Ucapnya ramah.

“Ani, kamar itu tidak disewakan!” jawabku ketus. “Wae? Padahal aku suka pemandangannya, hanya saja kenapa temboknya penuh dengan tulisan? Aku tidak suka.” Ucapnya cuek, dia pikir aku akan menyewakan kamar itu? ANDWE!!! Dan segera kutinggalkan namja kurang ajar itu.

153, ku buka kenop pintu yang berwarna kuning itu. Kutelusuri setiap sudut di dalamnya. Semua bayangannya ada disini, saat dia membaca, saat dia minum teh, bahkan saat dia baru saja bangun dari tidurnya. Kakiku menuntunku mendekati tembok disisi tempat tidur, berbagai tulisan yang pernah kami lukiskan disana, beberapa kata-kata konyol yang dapat membuatku kembali tertawa, sungguh indah.
Teringat saat kami memandang matahari tenggelam, “HyoRin ah~~ aku punya hadiah untukmu” Siwon mengeluarkan botol bening dengan cahaya hijau di dalamnya, “Oppa~~~?” Siwon mengangguk, “Suka?” itulah sedikit kenangan indahku dengannya, botol berisi kunang-kunang yang menjadi hadiah terakhirnya sebelum dia meninggalkanku.

**

“Mwo!!!? Paman menyewakan kamar itu?” tanyaku pada Kitagawa ajeossi yang memang pemilik apartemen ini, “Ha’I, pemilik lamanya sudah pergi, lalu kenapa aku harus membiarkannya kosong?” memang benar, egois jika aku memaksakan keinginanku sendiri, “Ha’I arigatou!” dan segera aku meninggalkan kantor pamanku.

Tok tok tok!!! Aish kemana orang ini? Apa dia sedang pergi? Ku angkat pot-pot di depan kamar itu, mengangkat karpet dan, “Ah!!! Ini kuncinya!!!!” kubuka berlahan, “Annyeong~~~” bisikku pelan ketika ku intip ke dalam kamar. ‘Sepertinya dia benar-benar keluar’ pikirku dan berbalik badan, “KYAAAAAKKK!!!” segera aku memasuki kamar itu dan menutup pintunya, sedangkan namja di luar terlihat kebingungan, “Hei hei hei,, itu kamarku,,” ucapnya sambil berusaha membuka pintu. Kubuka pintu dengan jarak hanya satu jengkal, “Ah kamu lagi, ini sudah jadi kamarku. Jadi izinkan aku masuk,” katanya dan mundur satu langkah. Namja aneh, dihari secerah ini kenapa dia memakai payung putih itu?

Setelah pintu terbuka lebar, aku segera memasuki kamar tidurnya, awas saja kalau dia berani menghapus tulisan itu, akan ku usir dia! “Ya ya ya!!!!” panggilnya dan mengikutiku ke kamarnya, “Fiuh~~ untunglah masih ada, baguslah. Aku terduduk di kursi dan memandang sinis namja yang berjalan kearahku. “Aku dating dari Seoul. Mohon beri petunjuk.” namja itu mengulurkan tangan kanannya, “Aku tidak izinkah kau menghapus itu!” bentakku dan menunjuk tulisan didinding lalu meninggalkannya.

Begitulah, setiap hari dia selalu mengangguku di cafe, “Chesse cake again?” katanya dan mengambil paksa piringku, “Ya Lee Donghae!!!” teriakku kesal. Ya itulah namanya, Lee Donghae. “HyoRin ah~~ lihat!!!” dia mengapit setangkai mawar dan menari di depanku, membuatku sedikit tersenyum. “Wah~~~ senyuman pertama untukku!!! Kita berteman sekarang?” tanyanya dan mendekat ke arahku, “Baiklah,” jawabku kemudian.

“Lihat!!! Kunang-kunang!! Tempat ini indah ya~~” Donghae menunjuk sekumpulan kunang-kunang yang sedang terbang di atas kami, “Hem, memang.” Jawabku seadanya. Kunang-kunang selalu mengingatkanku tentangnya.

-==-

Sudah beberapa bulan ini aku dekat dengannya, dia selalu menciptakan permainan yang membuatku tertawa. Seperti bermain dengan papan selancar di took paman dengan menggunakan payung, memandang kunang-kunang bersama, bahkan dia sering menari di depanku. Dan entah sejak kapan senyumannya kini mulai menghiasi hari-hariku, “HyoRin ah~~ aku akan pergi sebentar, aku titip kamarku ya~~” aku mengangguk dan menerima kunci kamarnya. Sudah lama aku tidak mengunjungi kamar itu, apa tulisan itu masih ada? Lebih baik aku melihatnya.

Aku terteguh, dia benar-benar tidak menghapusnya. “Dia bisa menghargai orang,” pikiran pertamaku. “Mungkin sudah saatnya aku menghapus tulisannya ini. Wonnie ah~~ aku harap kau tidak membenciku dengan menghapus kenangan kita. Tanpa tulisan ini, kau tetap kenangan terindahku.” Kuambil kain basah dan menghapus berlahan tulisan didinding.

**

-15 Februari 2009-
Hari ini, kembali aku mengingatnya. Hari dimana dia menyatakan perasaanya padaku, “HyoRin ah~~ kau kenapa?” Tanya Donghae yang baru saja datang dan mengambil botol minumanku, “Eh? Aku? Hanya… haik,, haik,,” aish, minuman apa ini? Kenapa kepalaku pusing? “Aiya~~ kalau begitu ayo aku temani,” ucap Donghae dan mengambil beberapa botol minuman yang lain. Sepertinya kami sudah mabuk, kami berbicara ngelantur, tertawa dan bernyanyi, “Ah~~ aku ingat. Igo igo!!” Donghae mengambil sesuatu dari tasnya, “Aku mengambilnya semalam, ini terimalah!”
Botol? Botol ini~~~ “Mereka tampak cantik di dalam botol ini, kalau kau sebarkan di kamarmu, mereka akan jadi sesuatu yang menerangi gelapnya kamarmu” ucapnya dan kembali meneguk minumannya. “walau kecil, mereka bisa menjadi penerang dalam kegelapan. Dan jika kau melepaskannya di kamarmu, mereka akan menjadi cahaya yang mewakili cahaya hatiku.” Ku lihat Donghae yang mulai menari di atas meja. Tuhan, diakah yang kau kirimkan untukku? “HyoRin ah!!!! SarangHae!!!!” teriaknya membuat jantungku berdegup, “Eh?” Donghae mengangguk, “Otte? Kau mau menjadi kekasihku?”
-flashback end-

Aku dan Siwon hanya diam, kulihat wajahnya dari belakang. ‘Masih Choi Siwon yang dulu, Choi Siwon yang akan diam jika ada sesuatu yang membuatnya bimbang.’
“Ah, HyoRin ini sahabatku saat SMU.” Kata Donghae memperkenalkan Siwon, kami saling berpandanganya sesaat. Dan kembali terdiam, “Kau datang disaat yang tepat!” kata Donghae lagi dan meneruskan nyanyiannya yang sempat terputus. Siwon mencoba melihatku, matanya seakan berkata, ‘Aku merindukanmu’ sedangkan Donghae terus berbicara. “Siwon ah~ kita berselancar nanti, OK!”

Entah bagaimana perasaanku hari ini, dua orang yang berarti dalam hidupku ada di depanku. Mereka menari di depanku, saling memukul pantan (?) dan bernyanyi, membuatku tertawa melihatnya. Keadaan sudah semakin mencair saat aku dan Siwon sudah mulai beradaptasi. Kembali mengingat bagaimana keduanya menyatakan perasaannya dengan cara yang sama, cara mereka membuatku tersenyum dan tertawa.

Siwon PoV
Kami duduk di tepi pantai, sungguh menyakitkan melihatnya menyadarkan kepalanya di pundak lelaki lain yang tak lain adalah sahabatku sendiri. Pluk!! Kutepuk lengan Donghae dan menunjuk HyoRin lalu kembali memandang deru ombak yang sedang berlomba. “Hehe, aku tidak mengira akan bertemu dengannya. Walaupun dia punya beberapa karakter, dan juga tidak lembut, tapi dia mengajariku bagaimana mencintai.” Kulihat Donghae memegang erat tangannya, “Aku akan selalu berada di sisinya, selamanya.” Akhir kata yang membuatku semakin merasa bersalah telah meninggalkannya.

Kupandangi HyoRin yang tertidur di pundak Donghae, sepertinya dia sangat menikmatinya. Sama seperti saat dia tertidur di pundakku. Apa kau benar-benar mencintainya, Hyo? Donghae memandangku dan tersenyum, ‘Aku yakin kau akan menjaganya dengan baik. Aku percaya padamu.’
“Chukae~” hem,, baguslah kalao Donghae bisa membahagiakannya. Aku percaya padamu Hae. “Kunang-kunang?” ucapku saat melihat cahaya hijau terbang di atas kami, “Jinjja? HyoRin, HyoRin ah irona~~”
“Eh??” HyoRin mengucek matanya, “Wah~~~” kagumnya kemudian, “Dia paling suka kunang-kunang,” aku hanya mengangguk. Aku tau Hae, aku tau apa yang dia sukai dan dia tidak sukai. Aku tau itu.

“Eh, lebih baik aku tidur. Aku sedikit lelah, jadi dimana aku akan tidur?” tanyaku begitu bangkit dari dudukku. “Kamarku, 153. Ini kuncinya, aku akan menyusul nanti.” dengan sedikit kelu aku menerima kunci pemberian Donghae, Tuhan apa sebenarnya rencanamu? “Ah arasso,” pamitku dan meninggalkannya, dapat kurasakan padangan HyoRin yang mengikuti langkahku.

Kubuka pintu kamar Donghae, masih sama seperti dulu. Kuletakkan koperku di atas tempat tidur dan dengan otomatis mataku menuju tembok di sebelahnya, “Sudah tidak ada,” sungguh sakit mengetahuinya, semua yang kutuliskan disana kini sudah hilang. Mungkinkah ini pertanda Hyo benar-benar melupakanku? “Kau bilang kau lelah, kenapa tidak tidur?”
“Hae? Ani, aku ingin keluar dulu. Mencari udara segar. Kkkk” jawabku dan meninggalkan Donghae yang terlihat bingung.

Udara dingin menerpa wajahku, memainkan rambutku dan memberikan rasa nyaman di mataku. Deru ombak yang memanjakan telingaku, dan cahaya kunang-kunang yang berkelip manghiburku. Apakah keputusanku salah kembali kesini? Setelah aku dinyatakan sembuh dari penyakitku, inikah yang harus aku terima? Adakah rencana lain yang sudah kau siapkan untukku Tuhan? “Siwon ssi?” jantungku berdegup kencang, suara ini. “Siwon ssi sedang apa kau disini? Ini sudah sangat malam,” Tanya suara itu lagi, suara yang aku rindukan.

“Anio, aku hanya sedang mencari udara segar,” jawabku tanpa memandangnya, jujur, aku takut. “Jinjja? Em,, bisakah aku menanyakan sesuatu?” tanyanya takut-takut, aku hanya diam dan memandang indahnya langit malam ini, “Kenapa kau kembali?” tanyanya lagi, HyoRin berdiri di dekatku, “Apakah kau mencariku?” kulirik sedikit kearahnya, aih~~ jangan menangis.
“Haruskah aku mengucapkannya? Mengucapkan sesuatu yang tidak berarti?” aku tau jawaban ini sangat menyakitkan, tapi maafkan aku Hyo. Inilah hukuman karena aku meninggalkanmu tanpa sebuah kejelasan.

“Keunde…..”
“Bahagialah dengan Donghae, aku kenal dia cukup lama. Dia adalah orang yang akan setia pada orang yang sudah menjadi pilihannya. Aku yakin kau akan bahagia dengannya,” potongku, “Bagaimana denganmu? Akankah kau bahagia, Wonnie oppa?” Wonnie? Kau memanggilku Wonnie disaat seperti ini? “Aku akan bahagia melebihi siapaun, melihat sahabatku dan kau bahagia tentu saja membuatku bahagia juga, apa alasanku untuk…..”
“Lalu kenapa? Kenapa kau meninggalkanku!?” tanyanya sedikit keras, “Uljima~~. Sudah malam, tidurlah.” Kataku dan meninggalkannya, “Ah~~ pakailah jaket ini. Jangan sampai kau sakit dan membuat Donghae sedih^^” kukenakan jaket kesayanganku,, ya jaket pemberiannya di tubuhnya, dan mengusap singkat poninya.
Siwon PoV end

**

Kami berjalan menuju stasiun kereta di Yokohama, hari ini Siwon memutuskan untuk pulang. Setelah malam itu, aku dan Siwon kembali membuka lembaran baru. Kami memulai persahabatan kami dari nol. Walau berat untukku, tapi aku tau ada Donghae yang akan selalu menguatkanku. “Bukankah kau datang ke Tokyo untuk mencari cintamu yang hilang?”

DEG!!!

‘Wonnie?’ batinku tak percaya dan melihat kearah Siwon, inikah tujuannya datang setelah lama kembali? “Kenapa kau pergi seperti ini?” Tanya Donghae lagi, Siwon tersenyum, “Hmm, aku sudah menemukannya…” ucapannya tergantung, “Tidak, aku tidak bisa mencarinya lagi.” Tambahnya. Aku mengerti, aku sangat mengerti oppa. Kami berdiri menunggu kereta dalam diam, hanya semilir angin yang sesekali mengelitik pasir yang berterbangan.

“Each of a a meeting, is the kind of happiness. no matter when or where, whoever you meet, how will end. it all is a kind of happinesse”

Kereta datang, Siwon segera memasukkan kopernya dan memeluk Donghae, “Hati-hati kau di Korea,” nasihat Donghae dan menepuk pundak Siwon. Siwon berjalan kearahku, “HyoRin ssi, jagalah anak bodoh ini. Jangan biarkan dia melukaimu,” ucapnya dan memelukku, “Hiduplah bahagia oppa, aku tidak akan melupakanmu.” Bisikku padanya. “Kalian berdua, jangan lupa mengundangku di pesta pernikahan kalian.” Siwon memasuki kereta dan sesaat kemudian kereta mulai meninggalkan tempat peristiahatannya.  Donghae melambaikan tangan kirinya, kuraih tangan kanannya dan menggenggamnya erat. Aku berjanji akan menjaga cinta terakhirku. Terima kasih telah memberiku satu pelajaran tentang cinta.

**

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 Sparkling Blue. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy